Aku mendapatkan beberapa episode The Newsroom buatan HBO dari seorang kawan. "Wah, gak cukup tuh. Flash disk-mu penuh", katanya. Alhasil aku hanya mendapatkan beberapa episode saja. Setelah kutonton dan yang kuingat, aku bersemangat segera mencari sisa episode yang belum kudapat. Sisa yang akan menggenapi season 1 The Newsroom.
Serial TV berdurasi kurang lebih satu jam ini bercerita tentang pergulatan wartawan melawan tekanan modal untuk menyetir berita demi rating serta mengamankan kepentingan bisnis dan pertempuran dalam diri wartawan (sebagai tim maupun sebagai individu) untuk setia mencari kebenaran dengan metode double-confirmation.
Aku teringat Sembilan Elemen Jurnalisme karya Biil Kovach dan Tom Rosensteil yang diterjemahkan Andreas Harsono. Buku ini berupaya menggambarkan ideal-ideal yang sepantasnya dikejar oleh wartawan. Beberapa di antaranya : mencari kebenaran, disiplin verifikasi, memantau kekuasaan dan lain-lain.
Ada seorang kawan wartawan yang menegaskan pendiriannya dan organisasinya untuk menolak amplop. Pemberian-pemberian yang dialaminya selalu menerbitkan pertanyaan-pertanyaan, "Pantaskah ini ? Patutkah aku menerimanya?". Dari setiap pemberian satu ke pemberian berikutnya, pertanyaan itu belum padam di benaknya. Setidaknya hingga saat ini.
Entah sampai kapan ia bertahan. Yang jelas, tindakan pemberian itu akan terus mendatanginya.
Aku terkesan. Ada sesuatu yang dianggap berharga yang terus dikejar. Yang berharga itu dipertahankan setiap saat. Bukan sekali berhasil lalu selesai. Tapi akan terus dipertahankan. Dan tidak ada orang lain yang peduli tentang pergulatan itu.
Mungkin segelintir orang yang berbagi hal yang sama.
Inikah yang dinamakan ikhtiar ?
Ada seorang kawan wartawan yang menegaskan pendiriannya dan organisasinya untuk menolak amplop. Pemberian-pemberian yang dialaminya selalu menerbitkan pertanyaan-pertanyaan, "Pantaskah ini ? Patutkah aku menerimanya?". Dari setiap pemberian satu ke pemberian berikutnya, pertanyaan itu belum padam di benaknya. Setidaknya hingga saat ini.
Entah sampai kapan ia bertahan. Yang jelas, tindakan pemberian itu akan terus mendatanginya.
Aku terkesan. Ada sesuatu yang dianggap berharga yang terus dikejar. Yang berharga itu dipertahankan setiap saat. Bukan sekali berhasil lalu selesai. Tapi akan terus dipertahankan. Dan tidak ada orang lain yang peduli tentang pergulatan itu.
Mungkin segelintir orang yang berbagi hal yang sama.
Inikah yang dinamakan ikhtiar ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar