Seorang teman mengutarakan kekhawatiran tentang peralihan ornop -organisasi non pemerintah- dari gerakan sosial menjadi gerakan program. Aku langsung menimpali, "... dan kemudian konsultan individu". Kami berdua tertawa.
Dari yang pertama ke yang kedua masih tetap berlangsung dalam wadah organisasi/lembaga. Sedangkan yang terakhir tidak lagi berbicara lembaga, namun orang per orang. Terjadi proses semacam atomisasi.
Di atmosfer gerakan sosial, ornop akan bergiat dan bergulat mati-matian soal visi organisasi. Apa arti organisasi itu dalam masyarakat. Bagaimana relevansi visi terhadap situasi kemasyarakatan. Penggodokkan program selalu terus dilihat dalam kerangka visi organisasi.
Di atmosfer gerakan program, visi organisasi mulai bergeser menjadi sekedar tempelan. Visi sudah menjadi sesuatu yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Itu merupakan sesuatu yang sudah selesai. Di sini, diskusi menonjol pada soal pendanaan. Program akan selalu disesuaikan dengan penawaran pendanaan yang tersedia.
Seiring perjalanan waktu karena program sudah lepas dari visi organisasi dan mengacu ke kerangka acuan pemberi dana, yang berkembang kemudian adalah pergulatan kinerja program. Bagaimana program yang terselenggara dengan baik dan tidak. Tuntutan profesionalisme mencuat.
Dari profesionalisme inilah orang-orang yang menjalankan program akan mengembangkan kemampuan masing-masing sebaik-baiknya demi mengejar kinerja program. Di tataran individu berkembang keahlian-keahlian spesifik.
Pada satu titik tertentu akan timbul kesadaran bahwa keahlian-keahlian spesifik ini ternyata tidak hanya dibutuhkan program di dalam organisasinya saja. Ternyata ada program-program lain yang membutuhkan keahlian spesifik serupa.
Seiring dengan sudah tidak relevannya organisasi -karena tidak ada pergulatan visi dan keterkaitan visi dan program, maka orang-orang profesional yang menjalankan program itu akan menangkap berbagai peluang dari program-program lain yang menuntut keahlian spesifik mereka.
Pada titik itulah, menurutku, berkembang cara-cara kerja konsultan. Seorang penjual jasa. Konsultan individu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar