Selasa, 15 Januari 2013

Gingsul

Entah mengapa gigi gingsul di senyuman selalu menarik perhatianku. Ada kesan ketidaktertundukkan, ketika gigi itu menampakkan diri. Menolak konvensi bahwa gigi yang harus menjadi idaman semua orang adalah yang berderet-berjejer rapi. Ia membedakan dirinya dari gigi-gigi lain.

Kesan lain adalah menyelip, mengintip. Tidak terlihat penuh dan sedikit misterius.

Terakhir kulihat gigi itu muncul dan menghilang bergantian di balik bibir seorang pramugari yang sedang bercakap-cakap dengan salah satu penumpang.

"Hei, gingsul. Apa kabarmu hari ini ?"


  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar