Aku hanya mengutipkan tulisan Richard P. Feynman dalam bukunya, yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi berjudul : Cerdas Jenaka Cara Nobelis Fisika - Petualangan Hidup Richard P. Feynman. Judul aslinya Surely You're Joking, Mr.Feynman - Adventure of Curious Character. Kutipan yang kuambil sangat sejalan dengan yang kupikirkan selama ini.
.......
Satu lagi yang suka kuperhatikan soal paramesium adalah apa yang terjadi kalau air tempatnya berada mengering. Menurut buku, paramesium dapat mengering menjadi semacam biji yang keras. Sekali, aku punya setitik air dengan paramesium di dalamnya dan sejumlah "rumput" - yang skalanya sama dengan paramesium itu. Waktu air itu mulai mengering, kira-kira dalam lima belas-dua puluh menit, paramesium itu berada masuk dalam keadaaan yang semakin genting dan dia bergerak bolak-balik sampai akhirnya nyaris tak bisa lagi bergerak dan terdesak di antara rerumputan, nyaris terjepit.
Lalu aku melihat sesuatu yang tidak pernah kudengar ataupun kubaca : paramesium itu berubah bentuk. Dia melonggarkan bentuknya menjadi seperti ameba, menempel pada sebuah batang rumput itu dan mulai membelah jadi dua. Tapi waktu hampir terbelah dua, tampaknya paramesium itu berubah pikiran dan tak jadi membelah dua.
Kesanku terhadap binatang ini adalah bahwa tingkah laku mereka terlalu disederhanakan dalam buku-buku. Gerakan mereka tidak semekanis atau satu dimensi seperti yang ditulis di buku. Harusnya tingkah laku binatang itu diuraikan dengan lebih akurat. Kalau kita tidak mampu melihat semua dimensi binatang satu sel, bagaimana kita akan mampu mengerti tingkah laku binatang yang lebih canggih.
........
Renunganku adalah alamilah sendiri dan akan ada pengetahuan yang mungkin baru. Jangan hanya terpaku pada buku saja!
........
Aku bilang, "Nah, apakah itu yang disebut ilmu pengetahuan ? Tidak ! Anda cuma memberitahukan apa arti sebuah kata dengan menggunakan kata-kata lain. Anda belum bercerita apa pun tentang alam -kristal apa yang menghasilkan cahaya kalau ditumbuk, mengapa mereka menghasilkan cahaya. Apakah Anda pernah melihat mahasiswa mencobanya di rumah ? Dia tidak akan bisa.
"Tapi jika sebaliknya Anda tulis, 'Jika kalian mengambil sejumput gula, dan meremukkannya dengan tang dalam kegelapan, Anda akan melihat cahaya kebiruan. Itu terjadi pada beberapa kristal. Tak ada yang tahu mengapa. Kejadian ini dinamai "triboluminesens". Lalu, ada yang pulang ke rumah dan mencobanya. Itu baru namanya mengalami alam". Aku menggunakan contoh itu untuk menunjukkan pada mereka, tapi tidak peduli di bagian mana di buku itu, semuanya seperti itu.
Akhirnya, aku mengatakan, bagaimana seseorang bisa menjadi terdidik oleh sistem yang cuma memajukan diri sendiri saja, yakni orang lulus ujian. Lalu, mereka ini mengajar yang lain untuk lulus ujian, tapi tidak seorangpun yang tahu apa-apa. "Namun", kataku, "aku pasti salah. Ada dua orang di kelasku yang sangat bagus, dan salah satunya dididik sepenuhnya di Brasil. Jadi, pasti beberapa orang berhasil mengatasi sistem yang begitu buruk itu."
.........
Sekali lagi, alamilah sendiri.
Kutipan pertama terjadi pada tingkat individu manusianya. Sedangkan yang kedua di tingkat sistem pendidikan. Demi visi republik ini, kedua-duanya penting digarap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar