Kurumuskan pemimpin dengan 3 kriteria : memiliki visi ke depan, berintegritas publik dan mempunyai ketrampilan politik.
Visi ke depan adalah bayangan yang ada di pikiran pemimpin yang akan diwujudkannya dalam perjalanan waktu. Bayangan tatanan kehidupan bermasyarakat yang harus dicapai, karena dinilai baik. Jika di tengah jalan, ada tantangan yang mengaburkan tujuan seorang pemimpin, visi itu harus berfungsi memperjelas kembali tujuan tersebut. Apabila tidak bisa memperjelas, itu bukan visi. Mungkin hanya tujuan jangka pendek atau sementara.
Pemimpin selalu merasa perlu mendialogkan visinya ke berbagai khalayak untuk menguji relevansinya di dalam masyarakat tempat ia berada. Di dalam dialog tersebut sangat mungkin muncul tantangan mengkongkretkan visi dalam program dan kegiatan. Pemimpin mampu melakukan ini. Ketika berbicara program atau bahkan kegiatan, ia mampu menempatkannya dalam kerangka visinya. Tidak semata-mata berbicara program saja. Atau kegiatan melulu. Inilah yang akan membebaskan dari orientasi sekedar proyek.
Pemimpin selalu merasa perlu mendialogkan visinya ke berbagai khalayak untuk menguji relevansinya di dalam masyarakat tempat ia berada. Di dalam dialog tersebut sangat mungkin muncul tantangan mengkongkretkan visi dalam program dan kegiatan. Pemimpin mampu melakukan ini. Ketika berbicara program atau bahkan kegiatan, ia mampu menempatkannya dalam kerangka visinya. Tidak semata-mata berbicara program saja. Atau kegiatan melulu. Inilah yang akan membebaskan dari orientasi sekedar proyek.
Integritas publik kubedakan dengan integritas pribadi. Kesesuaian antara perkataan dan tindakan sangat dibutuhkan. Kejujuran juga tidak bisa diabaikan. Tapi itu integritas pribadi.
Integritas publik lebih kepada kemampuan membedakan hak dan kewajiban saat menduduki posisi tertentu dalam masyarakat. Sumber daya dan kewenangan yang ia punyai saat menduduki posisi tertentu akan selalu digunakan untuk kepentingan publik. Bukan diarahkan untuk memenuhi kepentingan pribadinya sendiri dan kelompoknya. Tanpa diperingatkan oleh orang lain, tapi diperingatkan oleh dirinya sendiri.
Integritas publik lebih kepada kemampuan membedakan hak dan kewajiban saat menduduki posisi tertentu dalam masyarakat. Sumber daya dan kewenangan yang ia punyai saat menduduki posisi tertentu akan selalu digunakan untuk kepentingan publik. Bukan diarahkan untuk memenuhi kepentingan pribadinya sendiri dan kelompoknya. Tanpa diperingatkan oleh orang lain, tapi diperingatkan oleh dirinya sendiri.
Ketrampilan politik berfungsi untuk mengajak para pihak agar mendukung visi sang pemimpin. Pencapaian tertinggi ketrampilan politik terjadi ketika lawan mampu berbalik menjadi kawan dalam rangka perwujudan visi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar