Senin, 01 Juli 2013

Master Mind - 2

Kali ini aku membahas ibu berwajah muda menggandeng anak kecilnya. Pertama kulihat di billboard yang melintang di atas jalan. Kemudian kulihat dengan mata sendiri, saat berjalan di trotoar. Perwujudan nyata dari gambar di billboard.

Ibu berwajah muda menggandeng anak kecilnya menurutku sebuah gagasan baru. Selama ini kesempurnaan seorang perempuan selalu berkutat di tubuh sang hawa sendiri. Kulit kencang, wajah bersih dan segar. Dan sang hawa tampil sebagai satu pribadi, perseorangan. Namun yang ini berbeda.

Kesempurnaan perempuan selalu mendamba kemudaaan (laki-laki sebetulnya sama juga. Tapi di sini aku sedang membicarakan perempuan). Sementara, kemudaan itu sendiri dipercaya berakhir jika sudah melahirkan seorang anak. 

Menghadirkan anak di samping seorang perempuan, yang telah menjadi ibu, sementara secara fisik kemudaan masih melekat di dirinya adalah pembuktian. Bukti kemampuan menahan kemudaan tidak terenggut pasca melahirkan anak.

Segmen anak muda sekarang tidak berhenti di mereka yang belum mempunyai anak saja. Tetapi sekarang, termasuk yang sudah beranak sekalipun.

Aku tergelitik berpikir, bagaimana kalau menghadirkan satu perempuan lagi di samping ibu yang berwajah muda itu. Perempuan ini juga masih segar. 

Dialah yang akan menjadi pusat gagasan. Dia ini berperan sebagai seorang nenek. Nenek yang masih berwajah muda. Dan gagasan itu adalah tentang keabadian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar