Sambil makan siang nasi pecel, yang ternyata nasi gudeg ditambah sambal pecel, di tempat yang tak jauh dari lintasan KA Jalan Laswi-Bandung, aku tertarik oleh judul berita di Pikiran Rakyat, Minggu 11 November 2012, yang kupegang. Misteri Air Mineral Produk Asing.
Sangkaku akan mendapat penjelasan setelah melahap kata-kata si wartawan. Eh...ternyata tidak. Si 'wartawan' tidak mengejar narasumber panitia Bali Democracy Forum V untuk menanyakan mengapa memilih air mineral produk asing. Yang ditulisnya adalah bagaimana pikirannya berkecamuk mempertanyakan keberadaan air mineral produk asing itu. Luar biasa ! Menulis proses berpikirnya sendiri.
Akhirnya, kubertanya-tanya : ini yang menulis wartawan atau bukan ya ? Atau seorang penulis saja. Wartawan juga adalah penulis. Tapi ia mengemban tugas memberitahu publik tentang informasi-informasi yang berharga. Kalau penulis saja, ia tidak dibebani tanggung jawab menyampaikan tulisannya ke publik.
Topik yang diajukan, aku menyukainya. Sayang, tidak ada terang di akhir tulisan berita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar