Rabu, 22 Mei 2013

Gadis Bertengkuk Indonesia

Kebiasaan lawan jenisku yang berambut-panjangnya melewati bahu untuk mengelus-elus helai demi helai rambut ke depan, membawa mataku pada tengkuk seorang gadis muda yang putih bersih. Bukan soal kulitnya. Kulitnya hanya memainkan peran sekedar sebagai latar saja.

Dia mengaku membuatnya di Bandung. Di daerah utara. Dia menyatakan bahwa perbuatan tersebut merupakan semacam proklamasi identitas diri. Ia membanggakannya.

Kugoda dia dengan pertanyaan jika identitas itu hancur bercerai-berai, apa yang akan dilakukannya. Ia tersenyum dan tertawa kecil. Tidak menjawab. Akupun tertawa. Aku sekedar mempercandai saja.

Gadis ini mengaku orang Indonesia. Ia bangga menyebut dirinya itu saat bepergian kemanapun juga. Oleh karenanya, dia tak segan dan ragu mentatokan Indonesia di tengkuknya. Di atas kulit yang putih bersih itu. 

Peta Indonesia tergambar rapi dari pulau demi pulau di sana.

Kuperhatikan Timor Timur tak diikutkannya.

Kupercandai lagi dia dengan : bagaimana jika Papua lepas. Atau bagaimana jika justru Serawak-Sabah menjadi bagian Indonesia.

Kembali kami hanya tertawa ringan.  

Pernyataan ke-indonesia-annya membuatku terkagum-kagum.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar