Rabu, 18 Desember 2013

Dari Gerakan Sosial, Gerakan Program ke Konsultan Individu

Seorang teman mengutarakan kekhawatiran tentang peralihan ornop -organisasi non pemerintah- dari gerakan sosial menjadi gerakan program. Aku langsung menimpali, "... dan kemudian konsultan individu". Kami berdua tertawa.

Jumat, 01 November 2013

KPK dan MK

Apa yang perlu terjadi di kasus Akil Mochtar pada Mahkamah Konstitusi ? Apa yang perlu terjadi di kasus Antasari Azhar pada Komisi Pemberantasan Korupsi ?

Selasa, 15 Oktober 2013

Jagal

Pemberitaan atas film besutan Joshua Oppenheimer banyak mengulas tentang pemerian kekejian seorang manusia dan menambah bukti kebenaran kejadian pembunuhan massal di tahun 1965 yang menandai kemunculan Orde Baru serta berkelindannya penguasa dengan preman.

Di situs http://actofkilling.com/, mereka yang masih penasaran menyimak lagi atau baru mau menonton, dipersilahkan untuk mengunduhnya. Tanpa bayar!

Tapi aku punya pendapat sendiri tentang film dokumenter yang satu ini.

Rabu, 09 Oktober 2013

Azazil

Buku cerita ini mengambil teknik narasi seperti novel Kisah Pi, yang merupakan terjemahan dari Life of Pi. Sedangkan pergulatan sang tokoh, Hypa, membawaku pada film Samsara (2001), besutan Pan Nalin. Ada sesuatu yang segera kutangkap sama antara Hypa dan Tashi, sang tokoh di Samsara.

Kamis, 03 Oktober 2013

Para Pendukung

Dia antusias sekali mempromosikan Jokowi sebagai kandidat presiden RI 2014. Tidak sendirian. Banyak orang yang melakukan hal yang sama dengannya. Jumlahnya konon membludak. Sebelumnya, kejadian yang sama menimpa Sri Mulyani. Kehujanan dukungan.

Senin, 05 Agustus 2013

Jatuh Cinta pada Ikhtiar ?

Aku mendapatkan beberapa episode The Newsroom buatan HBO dari seorang kawan. "Wah, gak cukup tuh. Flash disk-mu penuh", katanya. Alhasil aku hanya mendapatkan beberapa episode saja. Setelah kutonton dan yang kuingat, aku bersemangat segera mencari sisa episode yang belum kudapat. Sisa yang akan menggenapi season 1 The Newsroom.

Kamis, 25 Juli 2013

Menyadari Aku Berpikir

"Pikiran itu ibarat monyet yang meloncat ke sana ke mari. Jangan mengikutinya. Cukup sadarilah. Berlatihlah untuk menyadarinya. Maka ia lama-kelamaan akan diam dengan sendirinya. Saat itulah kamu akan mencapai keheningan. Ketenangan".

Senin, 22 Juli 2013

Pertemuan Madiun dan Bandung

"Emmmh...nyam..kriuk-kriuk...nyam, nyam" Aku menikmatinya lagi, setelah sekian lama...... Kesukaanku sepanjang masa.

Senin, 01 Juli 2013

Tafsirku atas Pancasila

Kira-kira ya beginilah, jika jalinan antar sila di Pancasila kutempatkan. Gambar ini kubuat karena picuan pertanyaan kawan yang seorang aktivis lingkungan, tentang apa arti Pancasila di Indonesia dewasa ini.

Master Mind - 2

Kali ini aku membahas ibu berwajah muda menggandeng anak kecilnya. Pertama kulihat di billboard yang melintang di atas jalan. Kemudian kulihat dengan mata sendiri, saat berjalan di trotoar. Perwujudan nyata dari gambar di billboard.

Rabu, 22 Mei 2013

Gadis Bertengkuk Indonesia

Kebiasaan lawan jenisku yang berambut-panjangnya melewati bahu untuk mengelus-elus helai demi helai rambut ke depan, membawa mataku pada tengkuk seorang gadis muda yang putih bersih. Bukan soal kulitnya. Kulitnya hanya memainkan peran sekedar sebagai latar saja.

Minggu, 19 Mei 2013

Percakapan di Perjalanan

"Aku dibayar lebih rendah dari seharusnya itu juga wujud volunteerism". Kata seorang teman. Dan itu menambah pengetahuanku tentang beragamnya pengertian kesukarelaan.

Kamis, 16 Mei 2013

Master Mind

Akhir-akhir ini banyak kulihat perempuan dengan selera fashion baju tanpa lengan. Entah mengapa, aku langsung menghubungkannya dengan trend busana 'baju adik' menjelang tahun 2000 lalu. Baju ketat yang melekat membentuk tubuh si pemilik. 

Rabu, 15 Mei 2013

Kepemimpinan Dwitunggal dalam Keluarga

Gagasan ini terinspirasi duet Soekarno-Hatta dalam menahkodai Revolusi Indonesia 1945-1949. Aku tidak bermaksud menyamakan Soekarno dengan jenis kelelakian dan Hatta dengan keperempuan. Yang kuambil adalah komitmen keduanya mempertahankan wadah keindonesiaan dalam bentuk negara merdeka.

Minggu, 28 April 2013

Tergenggam atau Digenggam Masa Lalu

Dialah yang merancang perlawanan saat pendudukan kampus oleh tentara. Dia itu yang berani berhadapan dengan panser. Dia adalah orator ulung ketika reformasi 1998 pecah. Saat intel berkeliaran di acara diskusi-diskusi, dia tak peduli dan tidak takut.

Senin, 15 April 2013

Mengartikan Ucapan Gubernur


Aku terkesan sekaligus bingung ketika Gubernur Heryawan mengatakan, “Jika ada yang meminta data tentang alamat, nama dan jumlah anggaran apapun, pemprov siap terbuka” di berita Harian Pikiran Rakyat 7 Maret 2013 di bawah judul Dana Bansos Rentan Dikorupsi.

Selasa, 26 Maret 2013

Bingkai

Kuperhatikan batas bingkai layar melebar ke samping, sebelum film Olympus Has Fallen dimulai. Aku duduk sebagai penonton. Pelebaran itu membuatku serasa 'masuk' ke dalam film. Ikut di dalamnya. Terbawa oleh iramanya. Dua inderaku bekerja sama membuat itu terjadi : penglihatan dan pendengaran.

Sabtu, 09 Maret 2013

RTL

Dunia Ornop/LSM/NGO sangat mengakrabi istilah RTL. Setiap pertemuan, lokakarya atau apapun, saat berada pada situasi berkumpul, selalu di akhir acara, ada saja yang menanyakan, "Apa RTL-nya?"

Kamis, 14 Februari 2013

Kamis, 31 Januari 2013

Pengrajin Alinea

Mungkin untuk istilah anak muda sekarang adalah copas (copy-paste) dan copasus (copy-paste ubah sedikit). Istilah pertama cukup lama kutahu kepanjangannya. Untuk yang terakhir, terus terang baru tahu setelah membaca rubrik muda di Harian Pikiran Rakyat. Kupikir copas lebih dahulu hadir daripada copasus. Namun hakikat keduanya sama saja, praktik menyalin tulisan.

Hak Tahu Para Pengaju Proposal dan Publik

Berikut merupakan artikel opiniku yang dimuat di Harian Bandung Ekspres, Senin, 28 Januari 2013. Judulnya berubah menjadi Bansos : Antara Realitas dan Kebutuhan Publik. Judul sebetulnya adalah seperti yang tercantum di atas. Inilah artikel itu :

Selasa, 15 Januari 2013

Gingsul

Entah mengapa gigi gingsul di senyuman selalu menarik perhatianku. Ada kesan ketidaktertundukkan, ketika gigi itu menampakkan diri. Menolak konvensi bahwa gigi yang harus menjadi idaman semua orang adalah yang berderet-berjejer rapi. Ia membedakan dirinya dari gigi-gigi lain.